Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TAFSIR : Al-Qur'an Surah Ṭoha ayat 7-8, Menyeru Atau Berdoa Kepada Allah Tak Perlu Bersuara Keras

 

Al-Qur'an surah Ṭoha ayat 7

وَاِنْ تَجْهَرْ بِالْقَوْلِ فَاِنَّهٗ يَعْلَمُ السِّرَّ وَاَخْفٰى

Jika engkau mengeraskan ucapanmu, sesungguhnya Dia mengetahui (ucapan yang) rahasia dan yang lebih tersembunyi (darinya).

(7) Ayat ini menerangkan bahwa di waktu mengucapkan doa atau zikir, tidak perlu dengan suara keras. Bagi Allah sama saja baik itu dengan suara keras atau tidak. Allah mengetahui apa-apa yang dirahasiakan begitu juga yang lebih tersembunyi dari rahasia itu, seperti bisikan hati, atau sesuatu yang melintas di dalam pikiran. 

Doa dan zikir itu diucapkan dengan lidah hanya untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam hati kita. Allah berfirman:

وَاَسِرُّوْا قَوْلَكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢبِذَاتِ الصُّدُوْرِ   

Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.  (al-Mulk/67: 13)

Sejalan dengan ayat ini, firman Allah:

وَاذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّخِيْفَةً وَّدُوْنَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْاٰصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِيْنَ  

Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah. (al- A‘rāf/7: 205).

Surah Ṭoha ayat 8

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۗ  لَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى

Allah tidak ada tuhan selain Dia. Milik-Nyalah nama-nama yang terbaik.

(8) Allah yang menurunkan Al-Qur'an itu adalah yang menciptakan dan Pemilik alam ini, karena itu Al-Qur'an itu tidak diragukan kebenarannya. Allah Mahakuasa dan tempat manusia meminta. Untuk memanggil-Nya, Allah memiliki banyak nama. Semua nama itu baik, karena menunjukkan kepada kesempurnaan-Nya, keperkasaan dan keagungan-Nya. Namun demikian, zat-Nya tetap, tidak terbilang.

Di dalam hadis yang mutawatir, disebutkan bahwa Allah mempunyai 99 nama. Sabda Nabi Muhammad saw:

اِنَّ ِللهِ تِسْعًا وَتِسْعِيْنَ اِسْمًا مِائَةَ اِلاَّ وَاحِدًا مَنْ اَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. (رواه البخاري ومسلم عن ابي هريرة)

Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, seratus kurang satu. Barangsiapa menghafalkannya (menyesuaikannya) masuk surga. (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim dari Abu Hurairah)

Diriwayatkan bahwa ketika Abu Jahal mendengar Nabi Muhammad saw di dalam seruannya menyebut, “Ya Allah! Ya Rahman!” 

Berkata Abu Jahal kepada Walid bin Mugirah, “Muhammad melarang kita menyeru bersama Allah dengan Tuhan yang lain, padahal dia sendiri menyeru Allah bersama Ar Rahman.” Maka turunlah ayat yang menegaskan bahwa Allah itu mempunyai banyak nama, sebagaimana firman Allah:

قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيْلًا  

Katakanlah (Muhammad), ”Serulah Allah atau serulah Ar-Rahmān. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmā'ul Ḥusnā) dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.”. (al-Isrā`/17: 110)

##Tafsir Al-Qur'an Kemenag

Posting Komentar untuk "TAFSIR : Al-Qur'an Surah Ṭoha ayat 7-8, Menyeru Atau Berdoa Kepada Allah Tak Perlu Bersuara Keras"