Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Melalui Kanvas Seniman Saudi Ungkap Perjalanan Haji Dari Masa ke Masa Di Bandara Jeddah


Foto ArabNews/Dok
Selama lebih dari satu milenium, peziarah dari seluruh dunia telah berbondong-bondong ke kota suci Makkah untuk melakukan ibadah haji. Ziarah telah digambarkan oleh para seniman sepanjang sejarah, dengan karya seni terbaru yang ditampilkan di Bandara Internasional Raja Abdul Aziz (KAIA) Arab Saudi di Jeddah.

Karya seni berupa lukisan sepanjang 36 meter ini menampilkan perjalanan haji sepanjang sejarah, mulai dari kedatangan darat dari utara yang melewati Al-Ula, berlabuhnya kapal di sepanjang kota pelabuhan Laut Merah, hingga jemaah haji modern yang tiba dengan pesawat di terminal haji KAIA dengan ukuran struktur seperti tenda yang dapat menampung jutaan orang setiap tahun.

Lukisan yang dipasang di ruang kedatangan bandara dan dilukis oleh seniman Saudi Mohammed Al-Rabat,  menceritakan kota tua Jeddah dekat pelabuhan tua dan bandara tua, beberapa armada pesawat Saudia yang lebih tua, fitur Masjidil Haram dari berbagai era hingga era modern. 

“Ide ini saya kembangkan setelah memutuskan untuk menggambar di Bandara Internasional King Abdul Aziz yang baru ketika pembangunannya dimulai beberapa tahun lalu. Ada beberapa ide, tetapi saya memilih perjalanan haji dan saya mengerjakannya selama delapan bulan di dalam studio saya, di mana saya mewakili tahapan paling signifikan dari perjalanan haji, dari pelabuhan tua Al-Bunt hingga Bandara King Abdul Aziz. di Jeddah,” kata Al-Rabat kepada Arab News.

“Selain itu, saya menggambarkan perjalanan haji darat yang dilakukan dengan karavan haji di atas punggung unta, yang dilukis di atas kanvas besar menggunakan warna akrilik serta teknik stensil dan sablon sutra,” tambahnya. 

Dalam berbagai tahap, ia  memasukkan beberapa sisi Jeddah masa lalu dengan gaya arsitekturnya yang unik yang hingga kini masih bisa disaksikan. "Saya kemudian beralih ke transportasi peziarah ke tempat-tempat suci menggunakan sarana transportasi lama, kemudian ada bagian lama Masjidil Haram dan gambar modern yang mewakili perubahan yang dihasilkan dari perluasan baru," tuturnya lagi.

Mengenai filosofi karya tersebut, Al-Rabat menambahkan  karya tersebut bukanlah pada nilainya, melainkan nilai historisnya dan pencapaian yang mewakili apa yang telah dicapai seniman setelah bertahun-tahun melakukan penelitian, eksperimen, dan praktik.

Menurutnya, ini bukan pertama kalinya mural yang menggambarkan pertemuan keagamaan yang luar biasa dipajang. Sejak kedatangan Islam, haji telah dilihat sebagai keajaiban bagi banyak seniman Barat, dengan banyak pencarian untuk memahami makna spiritual dan visualnya.

Karya-karya penting termasuk "Abu Zayd tentang Haji dan Kafilah Ziarah," dilukis pada tahun 1237H, lukisan  Louis-Nicolas de Lespinasse tentang Mekah pada tahun 1787, serta cetakan yang sangat langka yang menunjukkan prosesi peziarah yang membawa kiswah Ka'bah dalam perjalanan dari Kairo ke Makkah, ditarik oleh Syekh Yunus pada abad ke-13.

“Bandara adalah salah satu fasilitas penting di semua negara di dunia. Peran mereka tidak terbatas pada pelancong yang datang ke negara itu atau meninggalkannya. Peran mereka termasuk menyampaikan citra yang mencerminkan budaya negara,” kata Al-Rabat.

Terinspirasi oleh karya seni yang dipamerkan di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh 36 tahun lalu, sang seniman mengatakan bahwa ia terinspirasi untuk membuat konsep yang sesuai dengan bandara kota asalnya.

“Karya seni ini hadir sebagai tambahan dari beberapa pameran keliling yang diselenggarakan di bandara. Ini adalah bagian dari sebuah bangunan terpadu yang mewujudkan sebuah peradaban dan menyampaikan citra negara itu pada saat kedatangan pengunjung, baik melalui gaya arsitektur bandara ini atau melalui fasilitas internal dan berbagai karya seni yang dikandungnya,” tambah Al-Rabat.

Perjalanannya, yang dekat dengan hati seluruh umat Islam, telah dan akan selalu menjadi topik menarik bagi para seniman untuk digambarkan dan didokumentasikan. Dari lukisan, sketsa dan ilustrasi, hingga puisi, sastra dan fotografi, karya-karya deskriptif yang menggambarkan perjalanan spiritual batin dan tantangan fisik dapat digambarkan melalui beberapa media,  di mana orang luar dapat mengamati haji. (arabnews|azka)

Posting Komentar untuk "Melalui Kanvas Seniman Saudi Ungkap Perjalanan Haji Dari Masa ke Masa Di Bandara Jeddah "