Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dialog Syeikh Junaid al-Baghdadi dengan Orang yang Baru Pulang Haji

Sebuah percakapan antara seseorang yang baru pulang dari haji dengan seorang Syeikh dari Baghdad, Junaid al-Baghdadi, namanya. Dialog itu dikutip oleh Mulyadhi Kartanegara dalam artikelnya berjudul "Filosofi Haji" dari al-Hujwiri dalam bukunya Kasyf al-Mahjub

Seorang lelaku datang kepada Junaid. Junaid bertanya kepadanya dari mana ia datang.

"Saya baru saja pulang berhaji," jawab laki-laki itu.

"Dari saat pertama kamu meninggalkan rumah, apakah kamu sudah meninggalkan seluruh dosa," tanya Junaid.

"Tidak," jawab pemuda itu.

"Kalau begitu," sambung junaid, "kamu belum pergi pada setiap pelabuhan dimana  dimana kamu bermalam. Apakah kamu juga telah melewati sebuah maqam dai jalan Allah?".

"Tidak," jawabnya lagi.

"Kalau begitu," lanjut Junaid, "kami belum melalui jalan tahap demi tahap. Ketika kamu mengenakan baju ihram pada tempat yang telah ditentukan, apakah kamu sudah meninggalkan sifat kemanusiaan, sebagaimana kamu telah meninggalkan baju sehari-harimu?"

"Tidak".

"Maka kamu belum mengenakan pakaian haji," kata Junaid. "Ketika kamu berdiri di Padang Arafah untuk wukuf, apakah kamu melakukan kontemplasi kepada Tuhan?"

"Tidak"

"Maka pada hakikatnya," kata Junaid, "kamu belum berwukuf di Arafah. Ketika kamu bermalam di Muzdalifah dan mendapatkan semua yang kamu inginkan, apakah kamu sudah mencapakkan smua nafsu syahwatmu?"

"Tidak," jawabnya.

"Maka kamu," kata Junaid, "belum bermalam di Muzdalifah. Ketika kamu tawaf mengelilingi Ka'bah dan berlari-lari kecil antara Safa dan Marwa, apakah kamu sudah mencapai tingkat kesucian (Safa) dan kebaikan (Maruwah)?"

"Tidak".

"Kalau begitu kamu belum melakukan sa'i. Ketika kamu pergi ke Mina, apakah semua ingin munajatnya berakhir?," tanya Junaid.

"Tidak," jawab pemuda itu.

"Maka kamu belum pergi ke Mina. Ketika kamu sampai di tempat penyembelihan untuk melakukan kurban, apakah kamu telah  mengorbankan semua obyek hewan?"

"Tidak"

"Maka kamu," kata Junaid lagi, "belum berkurban. Ketika kamu melempar Jumrah, apakah kamu juga telah mencapakkan segala pikiran jahat yang menyertaimu?'

"Tidak," jawab pemuda itu lagi.

"Maka kamu," kata Junaid, belum melempar dan melakukan haji. Kembalilah dan lakukan haji sebagaimana aku telah uraikan  sehingga kamu akan mencapai Maqam Ibrahim." 

Dari buku Dinamika dan Perspekstif Haji Indonesia yang diterbitkan Ditjen Haji dan Umrah, Kementerian Agama RI. (alfa|mnm).

2 komentar untuk "Dialog Syeikh Junaid al-Baghdadi dengan Orang yang Baru Pulang Haji"

  1. Ya Allah ya Allah ampunilah hamba mu ini
    Jum jum, kebumen

    BalasHapus
  2. semoga saya terhindar dari hal-hal itu....
    Kumroni DM, Bekasi

    BalasHapus