Saat Terima Gelar Doktor Kehormatan, JK Ungkap Kunci Kemakmuran Bangsa

Foto Humas Pemprov Jabar

Mantan Wakil Presiden M.Jusuf Kalla menyebutkan bahwa kunci kemakmuran bangsa adalah semangat dan produktivitas. Negara dengan produktivitas tinggi, akan mampu memproduksi barang dan jasa melebihi kebutuhannya.

Pernyatan itu disampaikan Wapres ke 10 dan ke 12 itu saat menerima penghargaan Doktor Honoris Causa atau Doktor Kehormatan yang diberikan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Senin (13/1/2020).

Di hadapan peserta pengukuhan Doktor Kehormatan ITB itu, Jusuf Kalla berpesan bahwa setiap manusia Indonesia jangan pernah berhenti melakukan dan menebar inovasi.

“Anda semua adalah generasi terbaik bangsa. Anda adalah lokomotif kemajuan dimana bangsa ini berharap peran besar ITB sebagai inisiator dan motor peningkatan produktivitas,” tutur JK dikutip dari RMOLJabar, Senin (13/1).

“Setiap penghargaan tentu sangat menghormati, berterima kasih. Bahwa apa yang telah kita kerjakan tentu niatnya bukan untuk meraih penghargaan, tapi niatnya untuk kemaslahatan seluruh masyarakat,” kata JK kepada awak media.

JK menyampaikan orasi ilmiah yang berjudul “Mendorong Produktivitas, Meningkatkan Kesejahteraan Bangsa”. Gelar Doktor Kehormatan yang diterima dari ITB adalah yang ke-14 bagi mantan Ketua Umum Partai Golkar itu.

Dalam perjalanan hidupnya, Jusuf Kalla memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun di dunia bisnis, politik, dan pemerintahan dengan slogan “Lebih Cepat Lebih Baik“; adalah esensi produktivitas.

Dalam kesempatan tersebut, Susi menyampaikan apresiasinya atas penganugerahan gelar kepada Wapres periode 2014-2019 tersebut. Menurut Susi, sosok Jusuf Kalla merupakan seorang yang sangat luar biasa.

“Kita semua tahu perjalanan Pak JK, namun hari ini kita dengerin lagi justru journey beliau sangat luar biasa, pembelajaran yang sangat baik untuk kita semua, baik masyarakat, negara, pemerintahan, birokrat, politisi, saya pikir itu hal yang luar biasa,” kata Susi di Aula Barat ITB, dikutip  RMOLJabar, Senin (13/1).

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang juga hadir saat penganugerahan menilai sosok Jusuf Kalla adalah seorang pebisnis, politisi, dan birokrat yang bergabung dalam satu individu.

Kata Kang Emil -sapaan akrabnya- berbagai kompetensi yang dimiliki Jusuf Kalla dinilai melahirkan perubahan luar biasa.

“Saya sangat bangga, karena teori beliau dalam engineering itu, mengefisienkan proses menjadi lebih cepat dan lebih murah,” kata Emil sapaan Ridwan Kamil.

Emil menyebut, banyak capaian positif yang dilakukan Jusuf Kalla. Di antaranya adalah membangun bandara lebih murah, membuat mobil panser 50 persen lebih murah, membangun pembangkit listrik tenaga air tanpa tenaga asing, dan membangun bandara-bandara baru. (rmol/azka).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.