Komisioner KPU Kena OTT, Pengamat: Mencoreng Nama Baik KPU

Komisioner KPU berinisial WS terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai telah mencoreng lembaga kepemiluan di Indonesia.

Begitu disampaikan pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL  di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

“Kasus OTT tersebut sangat mencoreng nama baik KPU sebagai penyelenggara KPU,” kata Ujang.

Baca juga: OTT Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, KPK Amankan Rp 1,8 Miliar

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menyesalkan sikap tidak terpuji dari oknum penyelenggara itu. Sedianya seorang Komisioner KPU selaku penyelenggara demokrasi mestinya menjaga amanah masyarakat.

Baca juga: Bamsoet: Kinerja KPK Belum Maksimal dalam Memberantas Korupsi

“Tentu kita sangat menyesalkan OTT kepada komisioner KPU tersebut. Orang yang diberi amanah harus bekerja dengan baik, bukan melakukan tindakan untuk memperkaya diri,” demikian Ujang.

Sekadar informasi, Komisioner KPU yang ditangkap oleh Tim Satgas lembaga antirasuah itu berinisial WS. Merujuk nama-nama komisioner KPU RI yang digawangi Arief Budiman yang berinisial WS adalah Wahyu Setiawan.

“Pemberi dan penerima suap kami ditangkap. Komisioner KPU atas nama WS (Wahyu Setiawan),” kata Ketua KPK Komjen Pol Firli Bahuri saat dikonfirmasi sesaat lalu.

Menanggapi kabar penangkapan komisioner KPU tersebut, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengusulkan agar penyelenggara pemilu dievaluasi.

“Sudahlah, kembalikan saja penyelenggara pemilu kembali dilakukan partai seperti 1955 dan 1999,” kata dia lewat akun Twitter @AndiArief__, Rabu (8/1/2020). (rmol/azka).

4 thoughts on “Komisioner KPU Kena OTT, Pengamat: Mencoreng Nama Baik KPU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.