Tenaga Pendidik Pesantren Salafiyah Ikuti Pembekalan Kurikulum 13

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag membekali 30 Tenaga Pendidik (ustadz)  Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah tentang Kurikulum 13 (K-13) mata pelajaran umum.

Pembekalan berlangsung di Bogor selama tiga hari, 9-11 September 2019. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ahmad Zayadi, mengatakan  K-13 mewajibkan anak aktif dalam pembelajaran. Karenanya, implementasi K-13 membutuhkan desain pembelajaran terintegrasi antara intrakurikuler, co-kurikuler, extrakurikuler yang menjadi tanggung jawab guru dan kepala madrasah.

“Kurikulum-13 dapat dilakukan melalui pendekatan tematik antara sikap spiritual, keterampilan dan kemampuan intelegensia. Kurikulum-13 ini ibarat lambang bintang di tengah lambang besar burung garuda, di mana lambang tersebut menggambarkan Ketuhanan Yang Maha Esa melandasi sila lainnya,” tambah Zayadi di Bogor, Senin (9/9/2019).

Kasubdit Pendidikan Kesetaraan, Rahmawati, menyatakan bahwa pembekalan diberikan untuk memperkuat tata kelola penyelenggaraan pendidikan kesetaraan pada pondok pesantren salafiyah, sekaligus membentuk profesionalitas tenaga pendidik agar lebih menguasai pembelajaran serta menjadi teladan bagi anak didik.

Dikatakan, dalam kurikulum-13, peningkatan kompetensi pendidik turut andil menyukseskan pencapaian visi dan misi Kementerian Agama dalam peningkatan mutu pada Pendidikan Keagamaan Islam. (kemenag/mnm).

One thought on “Tenaga Pendidik Pesantren Salafiyah Ikuti Pembekalan Kurikulum 13

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.