Bupati Thaher Hanubun Lepas 97 Jamaah Calon Haji Maluku Tenggara

TVHaji.net – Bupati Maluku Tenggara M Thaher Hanubun melepaskan 97 Jamaah Calon Haji di Aula Kantor Bupati, Kamis siang (11/7/2019). Bupati  pada acara itu menyatakan ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang dicita-citakan semua Muslim, namun hanya sebagian yang berkesempatan untuk memenuhi panggilan itu.

Sebagai rukun Islam, ibadah haji merupakan ibadah yang cukup berat, karena selain membutuhkan biaya yang besar, juga memerlukan kondisi fisik sehat dan kuat, sebab hampir 90 persen ibadah itu membutuhkan tenaga untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Atas nama pribadi dan keluarga serta Pemda, saya menyampaikan selamat kepada saudara-saudara JCH yang berkesempatan memenuhi panggilan suci ini, semoga selama menunaikan ibadah ini senantiasa diberi kekuatan, dan kelancaran,” ujar Thaher.

Bupati berharap 97 JCH itu diberikan hikmat dan kesehatan menuju kota Mekkah dan pada saatnya kembali berkumpul dengan keluarga menjadi Haji dan Hajah yang mabrur.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Arifin Difinubun menyatakan penyelenggaraan ibadah haji merupakan rangkaian kegiatan yang beragam, melibatkan banyak orang, dan di dalamnya mengelola banyak uang (dana).

Karena itu, diperlukan kerja sama yang erat, koordinasi yang dekat, penanganan yang cermat dan dukungan sumber daya manusia yang andal dan amanah.

Kuota JCH Kabupaten Malra tahun ini sebanyak 70 orang dan kuota tambahan sebanyak 27, jadi seluruhnya berjumlah 97 orang, terdiri dari laki-laki sebanyak 37 orang dan perempuan 60 orang.

Dari 97 JCH itu, yang temuda atas nama Herawati Binti Mapiuji (29) dan tertua atas nama Harun Fakoubun Bin Ambar (99).

Transportasi jemaah haji dari daerah asal ke embarkasi dan/atau dari debarkasi ke daerah asal menjadi tanggung jawab Pemda. Akomodasi dan penyediaan konsumsi jemaah haji pun menjadi tanggung jawab Pemda.

“Bantuan Pemda Malra bagi JCH, 1 setelan jas hitam, 1 setelan batik dan celana putih, 1 kemeja batik berciri khas embal untuk laki-laki dan 1 gamis batik beserta jilbab untuk perempuan, dan 1 peci nasional hitam untuk laki-laki,” kata Arifin. (antara/azka).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.