Tim Penyediaan Layanan Haji Segera Berangkat ke Saudi

TVHaji.net – Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama segera memberangkatan tim penyediaan layanan haji di Arab Saudi. Mereka terbagi menjadi tiga tim, yaitu: akomodasi, transportasi darat, dan katering. Tim ini akan diberangkatkan pekan ini atau awal pekan depan.

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang memberikan pembekalan akhir kepada masing-masing tim sebelum berangkat ke Arab Saudi. “Selain memastikan semua memahami tugas dan prosedur kerjanya, pembekalan penting untuk meneguhkan integritas mereka dalam bekerja,” tegas Nizar di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

“Sebelum berangkat, mereka harus menandatangani Pakta Integritas sebagai komitmen untuk bekerja secara profesional, tranparan, dan akuntabel,” lanjutnya.

Nizar menambahkan, kebijakan pengadaan layanan tahun ini adalah menerapkan sistem repeat order atau pemesanan ulang untuk penyedia layanan yang dinilai berkinerja baik pada musim haji tahun lalu. Di luar itu, tim juga akan mencari (hunting) penyedia layanan baru yang sesuai dengan kriteria yang diatur dalam pedoman penyediaan.

“Prinsipnya, tim harus bekerja sesuai Pedoman dan SOP penyediaan. Semua harus dilakukan dengan hati-hati dan rambu-rambu yang jelas sehingga lebih transparan dan akuntabel,” pesannya.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menjelaskan, tim penyedia layanan terdiri dari pejabat dan staf di lingkungan Ditjen PHU. Selain itu, ada juga perwakilan dari Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, serta Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Menurutnya, proses penyediaan ketiga layanan ini membutuhkan waktu cukup lama. Tim Akomodasi dengan 12 personil akan bertugas selama 86 hari. Tim Konsumsi dengan 11 anggota bertugas selama 60 hari. Sedang Tim Transportasi Darat dengan 11 personil akan bertugas selama 45 hari.

Lamanya waktu penugasan, kata Sri Ilham, karena tim harus melakukan beberapa rangkaian pekerjaan yang cukup detail dan bertahap. Tahapan tersebut antara lain: penerimaan berkas, verifikasi dokumen, verifikasi lapangan, penilaian, sampai negosiasi. Dalam bertugas, tim dituntut menguasai substansi bidang pekerjaan pengadaan dan penyediaan barang dan jasa, mampu berkoordinasi dan berkomunikasi Bahasa Arab, memahami administrasi perkantoran serta, menguasai teknologi informatika.

Tahun ini, Kementerian Agama rencananya akan menyewa hotel untuk kapasitas 210.717 orang di Makkah dan 208.795 di Madinah. Layanan akomodasi ini akan ditempati jemaah dan petugas haji Indonesia, termasuk juga hotel cadangan. (kemenag/nm).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.