7 Juli 2019 Dijadwalkan Pemberangkatan Kloter Pertama

TVHaji.net – Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) Tahun 1440H/2019M, jemaah haji kloter pertama akan diberangkatan pada 7 Juli 2019. Yang berarti sehari sebelumnya (6 Juli 2019) jemaah harus sudah berada di asrama haji embarkasi untuk menjalani berbagai proses penyiapan keberangkatan jemaah haji.

Kementerian Agama juga harus berhitung mundur dan melaksanakan semua tahapan pekerjaan agar target-target penyelenggaraan ibadah haji yang tertuang di dalam RPH dapat berjalan baik. Selain harus menyiapkan segala jenis layanan di Arab Saudi, semua persiapan di Indonesia juga terus dilakukan.

Dalam keterangan tertulis yang diperoleh TVHaji.net menyebutkan, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, menjelaskan persiapan layanan haji di dalam negeri yang tengah dikerjakan. Ia mengungkapkan, Kemenag kini sedang proses menyiapkan pembinaan dan pelayanan haji. Unsur pembinaan haji meliputi bimbingan manasik dan penyiapan petugas haji.

“Sedangkan pelayanan haji dalam negeri berupa penerbangan, asrama haji, asuransi, serta dokumen perjalanan dan perlengkapan jemaah haji. Semuanya sedang berjalan, termasuk proses penetapan kuota haji dan BPIH,” kata Muhajirin Yanis di kantornya Jalan Lapangan Banteng Barat Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Dokumen dan Perlengkapan Haji Reguler, Nasrullah Jasam, mengurai persiapan dokumen haji meskipun kuota haji dan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) belum ditetapkan pemerintah.

“Dokumen jemaah haji kita siapkan lebih awal dengan berasumsi pada kuota tahun sebelumnya. Kalau dokumen dikerjakan menunggu penetapan kuota dan BPIH waktunya penyelesaiannya dikhawatirkan tidak cukup,” kata Nasrullah Jasam.

Penyelesaian dokumen perjalanan haji menurut Nasrullah dimulai dari pemindaian (scan) Lembar Setoran Awal (LSA) BPIH asli. LSA ini dikirim dari seluruh Kantor Wilayah Kementerian Agama untuk proses scanning di Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

“Kami menargetkan pada bulan Februari semua LSA sudah terkumpul dan pada bulan April proses scanning sudah selesai,” tutur Nasrullah.

Sampai dengan Selasa (29/1/2019) kemarin, hasil scanning LSA telah mencapai 29.308 lembar. Jumlah itu baru meliputi jemaah asal Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Gorontalo, Maluku Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Barat. (nm).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.