Kemenag Literasikan Kitab Kuning Karya Ulama Cianjur

TVHaji.net – Bertempat di Aula Yayasan Pendidikan Al-Falah Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menyelenggarakan kegiatan Literasi Kitab Kuning “Filsafat Jurumiyyah Ilmu Nahu Qolbi” karangan KH. Aang Deden Kasyful Anwar Assyarinjiny pimpinan Pondok Pesantren Ittihadul Huda Cianjur, dengan resensor KH. Ending Baharudin dari MUI Kabupaten Cianjur.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Abubakar Sidik, didampingi Kepala Seksi PD Pontren Kankemenag Kabupaten Cianjur Ujang Ruhiat, dan diikuti oleh 60 orang peserta dari perwakilan pondok pesantren, perwakilan Penyuluh Agama Islam dari setiap kecamatan, dan perwakilan JFU pada Kantor Kemenag Kabupaten Cianjur.

Dalam sambutannya, Kabid PD Pontren menyatakan, pihaknya akan memperkuat literasi karena standar keilmuan itu menggunakan kitab, menggunakan buku, dan literasi kitab kuning sangatlah penting karena kitab kuning merupakan sumber rujukan dan referensi ulama dalam mengajarkan Islam.

Ia juga memaparkan kondisi saat ini dimana umat Islam sudah jarang mempelajari kitab kuning sehingga dikhawatirkan ada keterputusan literasi ke-Islaman kepada kitab kuning. “Dikhawatirkan nanti bukan merujuk kepada kitab kuning tetapi mencari literasi dari internet atau media sosial yang akan mempengaruhi keabsahan dan kedalaman ilmu yang diperoleh,” jelasnya.

Senada dengan itu  Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Cianjur mengungkapkan bahwa sebagai kajian yang sudah menjadi kurikulum penting di lembaga pondok pesantren ataupun lembaga Islam lainnya, kehadiran kitab-kitab kuning sangat besar peran dan kontribusinya.

“Melalui pelajaran kitab kuning inilah daya nalar seorang santri dalam memahami dan mengartikan tujuan dari kalam arab bisa teruji kemampuan dan kualitasnya, selain itu santri yang mampu menguasai pendalaman dari kajian kitab kuning bisa membedah pemahaman yang selama ini dianggap perlu klarifikasi dan penjelasan agar tidak menjurus kepada penyesatan,” pungkasnya. (kemenag jabar).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.